10 Karakter Dynasty Warior Paling Agresif

Posted by Muhammad Ridwan on Wednesday, August 15, 2012

Dynasty Warriors adalah seri permainan untuk permainan konsol yang diproduksi Koei. Dynasty Warriors adalah game yang mengangkat kisah Zaman Tiga Negara atau zaman samkok (sebuah zaman di penghujung Dinasti Han di mana Cina terpecah menjadi tiga negara yang saling bermusuhan). Di dalam game ini kita bisa menemukan berbagai tokoh sejarah Samkok, maupun tokoh fiksi buatan dalam Permainan ini berjenis aksi ini. dalam game ini berbagai karakter memiliki ciri dan logat berbeda, berikut ini akan di ulas 10 karakter dynasty warior paling agresif :

1. Gan Ning 


Gan Ning adalah seorang jenderal Wu pada Zaman Tiga Negara. Gan Ning sebelumnya adalah seorang perompak. Ia menaruh berberapa bel di bajunya, sehingga musuh tahu kalau dia datang. Setelah menjadi perompak, ia direkrut menjadi bawahan Huang Zu dan Liu Biao. Saat Sun Quan menyerang Huang Zu, Gan Ning berhasil membunuh Ling Cao, salah satu jenderal bawahan Sun Quan sekaligus ayah dari Ling Tong. Hal ini yang membuat Ling Tong sempat dendam dan antipati terhadapnya. Setelah Huang Zu dikalahkan Yuan Shao, Gan Ning menjadi bawahan Yuan Shao. Zhou Yu dan Lu Meng sangat menyambutnya ke Wu. Jasanya juga dipakai dalam Pertempuran Chibi. Namun dia dibunuh oleh Sha Moke pada saat pertempuran Wu melawan Shu di pertempuran Yiling.

2. Ma Chao


Ma Chao,bernama lengkap Ma Mengqi, putra tertua dari Ma Teng, seorang jendral pada Zaman Tiga Negara. Dalam novel Kisah Tiga Negara karangan Luo Guan Zhong, Ma Chao juga dikenal sebagai anggota dari Lima Panglima Harimau dari negeri Shu Han. Ma Chao (Mengqi) adalah orang asli Fufeng dari Maoling. Ayahnya (Ma Teng) rekan dari Bian Zhang dan Han Sui di daerah Xizhou pada akhir masa pemerintahan Han Ling Di. Yang Fu menyatakan bahwa Cao Cao pernah berkomentar "Ma Chao memiliki keberanian seperti Lu Bu dan Han Xin, dan juga kesungguhan hati bangsa Qiang dan Hun. 

3. Lu Bu


Lubu atau Lyu Bu, nama lengkap Lü Fengxian, lahir di Wuyuan (sekarang Mongolia Dalam) adalah seorang jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Lyu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda bernama Red Hare (Kuda Kelinci Merah) yang dikenal karena daya tahannya dalam pertempuran. Kuda ini berasal dari Fergana dan menurut legenda dapat berlari sejauh 1000 li (5000 km) dalam satu hari. Ia walaupun sangat lihai bertarung, namun juga adalah seorang yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya. Lu Bu merupakan seseorang yang penuh dengan sifat khianat, tidak ragu membunuh kedua ayah angkatnya yaitu Ding Yuan dan Dong Zhuo. 

4. Zhang Liao


Zhang Liao adalah salah satu tokoh Tiongkok pada Zaman Tiga Negara. Pada awalnya Zhang Liao mengabdi pada Lu Bu. Setelah Kematian Lu Bu, Dia mengabdi pada Cao Cao. Dalam pertempuran di He Fei, Dia berhasil memukul mundur 100.000 pasukan Wu hanya dengan 800 prajurit. Dia ditakuti di berbagai tempat dan nama Zhang Liao disebutkan dapat langsung mendiamkan bayi yang sedang menangis. Dia merupakan pemimpin dari semua jenderal Wei. Ketika Cao-Cao sedang menyerang Han zhong. Zhang Liao juga termasuk salah satu jenderal yang paling setia seperti Xiahou Dun dan Xu Chu. Dalam pertempuran melawan Wu dia berhasil mengakibatkan terbunuhnya salah satu jenderal andalan Wu yaitu Taishi Ci. Dalam pertempuran melawan Wu juga akhirnya Zhang Liao gugur dalam peperangan karena terkena panah beracun.

5. Cao Ren


Cao Ren (168 – 223) adalah jendral militer yang bekerja dibawah panglima perang Cao Cao selama Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Cao Ren memainkan peranan penting pada perang-perang sipil di Tiongkok yang menyebabkan keruntuhan Dinasti Han Timur dan pembentukan Cao Wei. 
Dia sangat berperan dalam kematian Guan Yu karena koalisinya dengan Dong Wu yang dipimpin oleh Lu Meng dan Lu Xun.

6. Dian Wei


Dian Wei adalah seorang jenderal perang dari Zaman Tiga Negara. Ia mengabdi kepada Cao Cao sebagai pengawal pribadinya pada masa pemerintahan Dinasti Han. Dian Wei adalah pengawal yang setia yang mengorbankan nyawanya untuk keselamatan Cao Cao ketika terjadi penyerangan di istana Wan. Dian Wei merupakan salah satu karakter yang dapat dimainkan di permainan Dynasty Warriors dan Dynasty Orochi produksi Koei. Di situ dia digambarkan sebagai sosok yang berbadan besar, berotot dan berkepala botak. Hingga seri Dynasty yang ke-5 dia digambarkan sebagai perwira bersenjatakan kapak besar, di seri ke-6 dia digambarkan membawa sebuah cambuk rantai dengan ujung bola besi berpaku-paku, sedangkan di seri 7 dia kembali digambarkan dengan kapak raksasanya.

7. Pang De


Pang De adalah salah satu jenderal perang dari Zaman Tiga Negara. Dia pernah mengabdi pada beberapa penguasa selama hidupnya, antara lain era Dinasti Han di bawah kepemimpinan Kaisar Ling, pasukan provinsi Liang yang dipimpin oleh Han Sui dan Ma Teng, penguasa Hanzhong yaitu Zhang Lu, dan yang terakhir adalah Cao Cao. Walaupun Pang De termasuk jenderal yang baru bergabung dengan pasukan Cao Cao, dia dikenal sangat setia dan memiliki pendirian yang kuat karena menolak untuk menyerah kepada musuh saat berada di pertempuran Fancheng.Ketika dibawa ke hadapan Guan Yu, Pang De menolak untuk berlutut. Guan Yu mencoba meyakinkan Pang De untuk menyerah, namun dia tetap bersikeras bahwa kesetiaannya tetap pada Cao Cao dan meremehkan Liu Bei hanya memiliki kemampuan yang biasa. Oleh karena itu akhirnya Guan Yu mengeksekusi Pang De. Ketika Cao Cao mendengar kabar tentang kesetiaan Pang De yang kuat tersebut, dia membandingkan kesetiaan Pang De dengan Yu Jin, yang walaupun sudah mengabdi lama pada Cao Cao, tetapi memohon Guan Yu untuk mengampuni nyawanya dan mengajukan diri menyerah. Maka Cao Cao menganugerahkan Pang De gelar anumerta sebagai “Marquis Zhuang”.

8. Zhou Tai


Zhou Tai, adalah seorang jenderal militer yang melayani di bawah panglima perang Sun Quan selama akhir Dinasti Han dan Tiga zaman Kerajaan sejarah Cina. Zhou Tai adalah karakter yang dimainkan dalam seri video game Koei, “Dynasty Warriors 4”. Dia digambarkan sebagai orang yang lebih suka mengkespresikan maksudnya melalu tindakan daripada kata-kata. Dia kuat, berani, tekun dan tidak terelakkan, tidak takut dengan siapapun dan apapun. Senjatanya dari “Dynasty Warriors 4” sampai “Dynasty Warriors 6” selalu berwarna merah dan hitam. Dia juga mengenakan jubahmerah yang compang-camping. Senjatanya di Dynasty Warriors 6 adalah pisau yang dihiasi dengan , sedangkan di edisi sebelumnya pedangnya lebih menyerupai sebuah katana. 

9. Wei Yan


Wèi Yán (nama lain Wéncháng), adalah perwira perang negara Shu yang terkenal pada Zaman Tiga Negara di Tiongkok dulu. Menurut novel Romance of the Three Kingdoms bahwa Wei Yan awalnya bekerja sebagai perwira militer menengah dari Liu Biao, tetapi buku sejarah tidak membahasnya. Wei Yan bergabung dengan pasukan Liu Bei sesudah Liu menguasai Changsha sekitar tahun 209. Dia tidak pernah dipercaya oleh Zhuge Liang karena perangainya yang tergesa-gesa itu dapat membuat kehancuran Shu, tetapi hanya Liu Bei yang selalu memperhatikan Wei Yan, . Pada peristiwa "Wu Zhang Plains" di perbatasan Chang An dan Han-Zhong,yang dimana Zhuge Liang mati karena sakit dan digantikan oleh Jiang Wei. Jiang Wei menyuruh seluruh pasukan Shu untuk mundur,tetapi tentara Wei Yan tetap di garis depan,karena merasa kemenangan ada di depan mata dan Zhuge Liang tiada, dia meneruskan pertempuran yang mengakibatkan kekalahan besar pada tentara garis depan Shu karena terkena jebakan "Catapult" Deng Ai dan "Ambush" Sima Zhao.

10. Zhang Fei


Zhang Fei (Zhang Yide) berasal dari daerah Zhuo dan telah berteman dengan Liu Bei dan Guan Yu sejak muda. Guan Yu yang lebih tua beberapa tahun menjadi kakak angkat Zhang Fei. Pada awalnya, Zhang Fei dianggap lebih payah daripada Guan Yu, di luar dari kekuatan dan keperkasaannya, tetapi penasehat Cao Wei seperti Cheng Yu mengatakan bahwa Guan Yu dan Zhang Fei "mampu bertarung melawan selaksa pasukan". Guan Yu baik terhadap anak buahnya tetapi besar kepala terhadap kesatria lainnya. Sebaliknya, Zhang Fei menghormati kesatria, tetapi kasar terhadap anak buahnya. Liu Bei sering mengingatkannya, "Engkau membunuh secara berlebihan dan sering menghajar prajuritmu. Hati-hati suatu saat engkau akan mendapat masalah dengan anak buahmu." Walaupun ia agak khawatir tetapi ia tidak juga berubah.